Kita sering mendengar bahkan mengucapkan ‘berkah’, rizki yang berkah, keluarga yang berkah, dll. Tapi kita sering lupa mencari bagaimana hakekat berkah itu sendiri dan yang terpenting bagaimana cara mendapatkan keberkahan dalam hidup kita?
Definisi Berkah adalah an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Karunia yang berkah adalah karunia Tuhan yg mendatangkan kebaikan/kemanfaatab bagi kehidupan kita baik dunia dan akhirat.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: ‘barangsiapa ridha terhadap pemberian Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahinya dan barangsiapa tidak ridha maka Allah tidak akan memberkahinya’. Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa untuk mendapatkan keberkahan kita harus ridha terhadap pemberian Allah. Yang menjadi pertanyaan sekarang sudahkah kita rodha dengan yang Allah berikan pada kita?
Keridha’an itu dapat kita lihat dari sejauh mana kita menikmati peran yang Allah berikan. Baik peran sebagai anak, sebagai karyawan, sebagai teman, dll. Yang pasti kita bisa menikmati setiap keadaan, setiap situasi, setiap kondisi yang kita alami. Tidak akan muncul keluh kesah, tidak akan muncul putus asa dan putus harapan, dan tidak akan ada salah menyalahkan satu sama lain karena kita sudah menikmati peran masing-masing. Di situlah segala permasalahan yang dihadapi bukanlah ujian dan cobaan, tapi itulah peran yang Allah yang harus disyukuri.
Untuk bisa menikmati peran tentunya bermula dari sabar dengan segala permasalahan yang Allah berikan. Orang yang bisa sabar berarti dia sudah mulai berpikir positif kepada Tuhan-Nya. Dia sudah yakin bahwa Allah tidak mungkin menganiaya kita, segala permasalahan adalah pembelajaran yang akan membuat kita cerdas dan lebih dekat pada Tuhan kita. Kesempitan akan membuat kita lebih kreatif dan mau berpikir, penyakit yang dihadapi adalah jalan untuk mendapatkan ampunan Allah.
Dan tentunya untuk bisa seperti itu tentunya harus dibenahi agar imannya benar. Orang yang imannya benar salah satu indikasinya bahwa ia tidak mbingungi dengan berbagai permasalahan yang dihadapi, dia tidak mau lari kesana ke mari agar permasalahannya selesai karena dia yakin bahwa tidak ada yang bisa menyelesaikan kecuali Allah hingga dia hanya menggantungkan segalanya pada AllahSWT.
Dasar:
- Hadits:
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ يُونُسَ حَدَّثَنِي أَبُو الْعَلَاءِ بْنُ الشِّخِّيرِ حَدَّثَنِي أَحَدُ بَنِي سُلَيْمٍ وَلَا أَحْسَبُهُ إِلَّا قَدْ
رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَبْتَلِي عَبْدَهُ بِمَا أَعْطَاهُ فَمَنْ رَضِيَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بَارَكَ اللَّهُ لَهُ فِيهِ وَوَسَّعَهُ وَمَنْ لَمْ يَرْضَ لَمْ يُبَارِكْ لَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Yunus], telah menceritakan padaku [Abul 'Alaa' bin Syikhir], telah menceritakan kepadaku [seseorang] dari bani Sulaim, dan aku tidak pernah menyangka kecuali telah melihat Rasulullah Shallalahu 'alaihi wasallam bahwa Allah Tabaraka Wa Ta'ala akan menguji hamba-Nya dengan pemberian, barangsiapa ridha terhadap pemberian Allah Azza wa Jalla, maka Allah akan memberkahinya dan barangsiapa tidak ridha maka Allah tidak akan memberkahinya."
- Qur’an Surat Al Baqarah(2) : 155 – 157
- Qur’an Surat Al Baqarah(2) : 177
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar