Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya (QS. 12 : 105)
Kejadian-kejadian di bumi adalah ini adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang merupakan ayat-ayat Al Qur’an yang tersirat di alam ini. Banyak orang yang hafal dengan ayat-ayat Al Qur’an yang tersurat, tetapi tidak jarang dari mereka yang ternyata dalam aplikasinya menentang bahkan mendustakan ayat-ayat yang tersirat dalam kehidupan sehari-hari.
Dan kalau kami menghendaki, Sesungguhnya kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah,...(Qs. & : 176)
Lewat kejadian-kejadian yang sering kita anggap biasa-biasa saja Allah bisa mengangkat derajat seseorang dan juga lewat kejadian-kejadian itu seseorang juga bisa terhina.
Berkaca dari kejadian Malin Kundang yang membuat marah orang tuanya hingga dia dikutuk menjadi batu, dan sahabat nabi yang susah payah saat menghadapi kematian akibat sakit hati orang tuanya atas perbuatannya. Mungkin saja hal yang membuat kita terpuruk dan tidak mendapatkan jalan-jalan keluar adalah kurang baiknya kita dengan orang tua kita, seperti: banyak membantah, tidak mau tau, dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak mereka sukai. Kita tidak mau memperbaiki ucapan perbuatan kita kepada orang tua kita dan kita juga enggan meminta maaf atas kesalahan yang telah kita perbuat.
Pada sisi lain, banyak dari para pendahulu kita yang di angkat derajatnya oleh Allah karena kejadian-kejadian yang dianggap biasa oleh banyak orang. Contohnya Sir Isaac Newton. Bagi banyak orang melihat apel jatuh, itu biasa tapi bagi Sir Isaac Newton ternyata itu berbeda. Dengan melihat apel jatuh, ternyata dia bisa menangkap pesan Allah sehingga lahir lah hukum gravitasi yang sangat bermanfaat hingga sekarang. Dalam Al Qur’an juga mengisahkan, ketika Nabi Yusuf AS digoda oleh Zulaikha (QS. 12: 23 – 24) dia berlindung kepada Allah, kemudian dia melihat ‘tanda’ dari Allah hingga dia terhindar dari godaan tersebut.
Bagaimana dengan kita? Sepertinya terlalu berlebihan apabila kita berfikir untuk menghasilkan kejadian besar seperti mereka yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah kehidupan. Tapi yang terpenting yang perlu kita tanyakan dalam diri kita. Sudahkah bisakah kita menangkap pesan dari Allah lewat kejadian-kejadian di sekitar kita?
Kita sering tidak menyadari dan menyepelekan dengan hal-hal kecil dalam keseharian kita. Contoh ketika kita melihat orang tua kita kerepotan saat membawa barang atau mengerjakan sesuatu, kita cuek saja. Ketika orang memiliki sebuah rencana kita terkadang cuek dan tidak mau membicarakan dengan orang tua kita. Ketika kita memiliki rejeki, kita jarang sekali berpikir untuk membelikan sesuatu yang disukai orang tua kita, padalah sebenarnya itulah jalan-jalan untuk mendapatkan keridhoan Allah.
Contoh lain ketika ada orang yang meminta-minta yang terkadang agak memaksa, kita sering berpikiran jelek, bahkan tak segan untuk membentak. Ketika orang tua kita atau saudara kita membutuhkan bantuan bisa uang atau tenaga, kita merasa berat untuk memberi karena kita juga butuh. Padahal bisa jadi itu adalah jalan Allah agar kita terhindar dari balak dan bencana.
Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengar. (QS. 10: 67)
Sudah banyak kejadian yang kita lalui baik bersama keluarga kita, teman sekolah kita, teman kerja kita, dan orang-orang di sekitar kita. Tentunya kita berharap bisa berbuat lebih baik dari hari kemarin. Untuk itulah diperlukan sikap legowo untuk mau mendengar ucapan dan keinginan mereka, mau melihat dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan mereka, dan berfikir demi kebaikan bersama di dunia dan akherat tentunya hanya untuk Allah. Dengan begitu kita mengharap semoga Allah menyempurnakan pahala-Nya, menambah karunia-Nya, dan semoga kita semua mendapat ampunan dari Allah SWT.
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anuge rahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. 35: 29 – 30)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar