Senin, 13 April 2015

Tajussalatin (Mahkota Raja-Raja)



Pengarang Tajussalatin adalah Bukhari Al-Johari. Buku ini dikarangnya pada tahun 1603 di Aceh. Pada waktu itu Aceh sedang mengelami perkembangan agama Islam. Para alim ulama dari berbagai negeri datang dan menetap di Aceh dan mereka mendapatkan perlindungan dari Sultan. Sebagian besar buku mereka memakai judul dengan bahasa Arab, walaupun seluruh isi tertulis dalam bahasa Melayu, demikian pula dengan buku Tajussalatin ini.
Seperti diketahui, Tajussalatin atau Mahkota Raja-raja merupakan salah satu hasil sastra Indonesia lama yang terkenal. Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh sarjana-sarjana Barat pada buku ini. Buku ini juga sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Belanda, Inggris, dan Prancis Dr. Ph. S. Van Ronkel, berjudul De Kroon der Koningen, Batavia 1899, Aristide Marre, berjudul Mahkota Radja-radja ou la Couronne des Rois par Bochari de Djohere, Paris 1878, dst.
Tajussalatin berisi uraian tentang kewajiban yang harus dilakukan raja-raja, hulubalang, menteri dan rakyat semuanya. Uraiannya terutama mengenai:

  •   Kewajiban tiap-tiap muslim terhadap Allah SWT.
  •   Perbuatan baik yang dilakukan oleh raja-raja dan alim ulama di masa dahulu.
  •   Hukuman dan kutukan yang menimpa barangsiapa yang melanggar hukum agama.

Tulisan ini berlanjut dari Bab 1 sampai dengan Bab 24 yang merupakan terjemahan bebas yang disesuaikan dengan EYD dari buku Tajussalatin dari hasil terjemahan Jumsari Jusuf yang diterbitkan oleh Departemen P dan K tahun 1979.
Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita, khususnya dalam perjalanan kita dan keluarga kita ke arah yang lebih baik.

Tidak ada komentar: