Senin, 05 Januari 2015

Menyampaikan Pengetahuan

Menyampaikan pengetahuan yang telah diberikan Allah adalah sebuah kemulyaaan supaya ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi masyarakat. Grogi, tidak percaya diri, tidak diperhatikan adalah hal yang dialami seorang pengajar. Untuk mengatasi hal tersebut ada baiknya kita mengkaji proses awal hingga akhir jika menjadi seorang pengajar.
  • Berdo’a, sebagai orang yang beriman selayaknya memohon kepada Sang Pencipta dan Pengatur segala urusan agar urusan dalam mengajar yang kita lakukan dapat berjalan dengan baik. Berdo’a agar Allah membuka fikiran, hati, dan mulut kita supaya dalam menyampaikan pengetahuan kita dapat menyampaikan dengan lancar. Berdo’a agar Allah memudahkan urusan kita agar tangan-tangan jahil tidak mengganggu proses pembelajaran. Berdo’a agar Tuhan membuka fikiran, hati dari siswa agar dia juga mudah dalam menerima yang kita ajarkan.
  • Kepedulian, seorang pengajar harusnya mau melihat situasi dan kondisi sera latar belakang dari siswa. Dengan melihat latar belakang pengajar dapat memilih hal-hal yang biasa diketahui siswa sebagai contoh-contoh yang bisa dikaitkan dengan pengetahuan yang akan diajarkan. Kepedulian akan kondisi siswa membuat pengajar tidak mudah menyalahkan serta akan lebih mau membantu siswa menemukan solusi agar siswa lebih mudah dalam menerima pengetahuan.
  • Dengan kalimat yang baik, kalimat yang baik berasal dari buah keyakinan serta dasar pengetahuan yang baik. Orang yang berpengetahuan yang baik dapat memasukkan pengetahuannya dalam berbagai kondisi dan situasi yang berbeda. Orang yang berpengetahuan yang baik menyandarkan pengetahuannya kepada Tuhan karena dia menyadari bahwa dia bisa melakukan kegiatan tersebut atas seizin-Nya.
  • Mengevaluasi, mengevaluasi dilakukan dengan melihat situasi serta melakukan perenungan mengenai kejadian-kejadian dalam proses pembelajaran. Mengevaluasi dapat digunakan sebagai media untuk bertaubat dan memperbaiki diri agar kita lebih baik dihadapan Allah. Sebagai contoh ketika siswa ngobrol sendiri, tidur, membantah, dst.  Kita berusaha melihat kembali diri kita pada sesusia dia, apakah juga melakukan hal yang sama. Mengakui kesalahan dihadapan Allah serta mendo’akan anak tersebut agar menjadi lebih baik adalah jalan untuk lebih baik dihadapan Tuhan.
  • Bersyukur, mensyukuri atas proses pengajaran yang telah dilewati adalah sikap tahu diri dari yang diciptakan dengan Sang Maha Pencipta. Bersyukur karena kemudahan dan kelancaran yang diberikan Allah membangun hubungan baik seseorang dengan Tuhan-Nya.

Tidak ada komentar: