Setiap yang
bernyawa pasti akan mati. Setelah kehidupan di dunia, setiap manusia akan
memasuki alam kubur. Dalam alam kubur ini setiap manusia akan menerima
pembalasan amal perbuatan yang telah dikerjakan sebelumnya di dunia sampai hari
kiamat. Orang yang dalam dunia banyak melakukan perbuatan buruk akan mendapat
siksa kubur dan orang yang banyak melakukan kebaikan akan mendapatkan nikmat
kubur.
Setiap orang
pasti ingin dimasukkan orang-orang yang mendapatkan kebaikan di dunia maupun di
dalam kuburnya. Untuk meraihnya kita perlu melihat contoh dari para pendahulu
yaitu dari para Nabi yang menyampaikan risalah ketuhanan pada manusia, yang
kemudian dilanjutkan oleh para wali sebagai penerusnya. Mereka itulah
orang-orang yang dipilih Allah SWT untuk menjadi orang-orang dekat-Nya. Dimana
mereka membacakan ayat-ayat Allah SWT baik ayat yang tersurat maupun yang
tersirat dalam kehidupan, mensucikan
hati dan jiwa dari sifat-sifat sombong, iri, aniaya, dst, mengajarkan
hikmah dari perjalanan hidup, serta memberikan banyak pelajaran yang sebelumnya
belum diketahui oleh masyarakat. Mereka tidak meminta upah dalam menyampaikan
risalah Allah SWT melainkan hanya kasih sayang dan hubungan kekeluargaan serta
keridhoan Allah yang diharapkan.
Orang-orang yang terpilih tersebut diberikan Allah SWT
keberkahan dimana saja mereka berada, serta kesejahteraan baik ketika mereka
dilahirkan, diwafatkan hingga dibangkitkan hidup kembali. Dalam hal ini, tidak
heran jika banyak orang yang datang berziarah kubur selain mereka mendo’akan mereka
juga berharap keberkahan tersebut.