Selasa, 09 Agustus 2011

MENGHARGAI SEJARAH SEBAGAI WUJUD SYUKUR

Kita diperintahkan Allah untuk selalu bersyukur. Syukur adalah wujud terima kasih atas apa yang kita peroleh dan atas apa yang telah kita nikmati. Tapi terkadang tak jarang dari kita masih bingung bagaimana mengapresiasikan wujud syukur kita.
Banyak orang mengatakan bersyukur ya dengan mengucapkan ‘alhamdulillah’. ‘Itu benar’. Yang menjadi pertanyaan apakah hanya dengan mengucap alhamdulillah saja sudah cukup menjadikan kita orang yang bersyukur?
Kalau kita dalami ternyata bersyukur tidak cukup dengan mengucap alhamdulillah, dalam bersyukur kita juga dituntut belajar dan memperhatikan sejarah diri kita karena lewat sejarah kita bisa mengetahui siapakah sebenarnya kita dan yang menciptakan kita, siapakah orangtua kita, dan bagaimana susah payahnya orang tua kita membesarkan diri kita. Dari situ, tidaklah heran jika Allah memerintahkan kita untuk bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua.
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun(1180). bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman: 14)
(1180) Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

Dari belajar sejarah kita juga bisa mengetahui siapa saja yang berjasa dalam kehidupan kita, siapa saja yang berjasa sehingga kita bisa merasakan manisnya iman, kita mengetahui siapa yang berjasa hingga kita bisa mengenyam kemerdekaan yang membuat kita sekarang bisa beribadah secara nyaman tanpa banyak tekanan.
Dari situ ternyata kita bisa belajar menghargai mereka, yaitu: orang tua, kakek, nenek, dan para pendahulu baik para Nabi, syuhada’, dan para pahlawan yang telah bekerja keras dan telah banyak berkorban tidak hanya harta bahkan kalau perlu nyawa mereka.
Rasulullah memerintahkan kita untuk menghargai jasa orang-orang yang telah berjasa dalam perjalanan kehidupan kita.
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rabi'ah] dari [Ibnu Abu Laila] dari ['Athiyyah Al 'Aufi] dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tidak bersyukur kepada manusia maka ia tidak bersyukur kepada Allah 'azza wajalla."
Telah bercerita kepada kami [Bahz] telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Thalhah bin Musharrif] dari [Abdullah bin Syarik Al 'Amiri] dari ['Abdur Rahman bin 'Adi Al Kindi] dari [Al Asy'ats bin Qais], ia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Orang yang paling bersyukur pada Allah AzzaWaJalla adalah yang paling berterima kasih kepada sesama."
Bapak proklamator kita juga berpesan kepada kita bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah.
Untuk itu, selayaknyalah kita menghargai mereka dengan berbuat yang terbaik yang bisa kita lakukan. Alhamdulillah segala puji bagi-Mu yang telah mengutus mereka, yaitu orang-orang yang telah membantu dalam perjalananku, perjalanan agama ini dan perjalanan bangsa ini. Allahu Akbar 3X.
Salam sholawat salam kepada para Nabi khususnya Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, tabi’in, syuhada’, serta para pengikutnya yang setia, yang telah memperjuangkan tegaknya agama ini.
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa para pendahulu kita, pahlawan Islam, maupun pahlawan negara, dan juga orang-orang yang diutus Allah membantu perjalanan kita dan keluarga kita. Dan juga semoga Allah menerima sekecil apapun kebaikan mereka, serta memulyakan anak keturunan mereka.